Friday, September 11, 2015

Jokowi Dilarang Umroh Gara-gara Ada Crane Jatuh Tewaskan 87 Jemaah Haji


BANDARCAPSA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak diizinkan oleh Otoritas Arab Saudi untuk menjalankan umroh berhubung peristiwa jatunya crane di sekitar Masjidi Haram, Jumat (11/9/2015) sore.

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan bahwa saat ini Jokowi bersama rombongannya sudah berada di Jeddah.
Awalnya presiden akan mengawali kunjungannya kepada pemerintah Arab Saudi dengan meninjau Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) di Mekkah sambil melaksanakan umroh.
“Tapi pihak Arab Saudi tidak memberikan izin karena kondisi Masjidil Haram sedang dilakukan sterilisasi pembersihan beberapa alat berat yang runtuh,” ungkap Lukman disela-sela meninjau jemaah haji Indonesia yang luka akibat insedan crane Majidil Haram di Rumah Sakit Al Noor.
Dikatakannya, karena presidan tidak diizinkan pemerintah Arab Saudi akhirnya Jokowi pun mengutus hanya mengutus Lukman selaku Menteri Agama. Tentunya bagi jemaah haji yang menjadi korban peristiwa tersebut dikatakan Lukman sudah diasuransikan “Pemerintah memberikan santunan sesuai asuransi,” ujarnya.
Hasil penyisiran ke sejumlah rumah sakit di Arab Saudi menunjukkan jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia akibat insiden jatuhnya crane bertambah menjadi dua orang.
“Hasil identifikasi ada dua orang yang korban meninggal, memang yang meninggal tidak hanya dari Indonesia tetapi dari negara-negara lain yang juga ada jemaah hajinya,” ungkap Direktur Jenderal Pembinaan Haji dan Umroh Abdul Djamil ditemui usai mendamping Amirul Hajj di Madinah.
Dua orang yang meninggal tersebut masing-masing bernama Masnauli Hasibuan dari Embarkasi Medan dan Iti Rasti Darmin dari Embarkasi Jakarta (JKS).
Selain korban meninggal dunia, ada 12 jemaah haji yang harus mendapatkan perawatan yang tersebar di rumah sakit dan Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Adapun jemaah yang mengalami luka tersebut enam dirawat di BPHI, tiga orang dirawat di Rumah Sakit Annur, dan satu orang dirawat di Rumah Sakit King Abdul Aziz.
“Informasi terbaru ada tambahan dua orang yang luka, jadi semuanya ada 12 orang yang luka,” ucapnya.
Dijelaskan Djamil, kejadian tersebut terjadi menjelang maghrib. Badai yang disertai angin kencang, kilat, serta petir melanda Masjidil Haram. Akibat hantaman angin yang begitu kuat crane yang berada di sekitar Masjidil Haram yang terpancang untuk proyek perluasan Masjidil Haram tiba-tiba jatuh dan menimpa bangunan Masjidil Haram.
“Crane itu jatuh dan kemudian menimpa sejumlah jemaah. Sehingga menimbulkan korban yang jemaah haji dari berbagai negara,” ungkapnya.



Jokowi Dilarang Umroh Gara-gara Ada Crane Jatuh Tewaskan 87 Jemaah Haji

Friday, September 4, 2015

Garut Diguncang Gempa 5,6 SR, Getaran Terasa Hingga Jakarta


BANDARCAPSA - Guncangan gempa bumi kembali terjadi, kali ini di Garut, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi dari situs BMKG gempa denga kekuatan 5,6 skala richter terjadi sekitar pukul 03.08 WIB.
Gempa berpusat di 109 kilometer barat daya Garut, Jawa Barat dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa juga terasa di Jakarta.
Salah seorang warga Jakarta bernama Zen. Ia merasakan getaran gempa halus.
"Sedang nonton bola ada getaran halus, ternyata gempa, kabarnya pusat ada di Garut. Cukup membuat panik," katanya, Sabtu(5/9/2015).
Belum diketahui apakah ada korban jiwa dan kerusakan akibat gempa tersebut.
Menurut BMKG gempa tidak berpotensi tsunami.



Garut Diguncang Gempa 5,6 SR, Getaran Terasa Hingga Jakarta

Wednesday, July 29, 2015

Awas! Gempa Dahsyat 9 SR dan Tsunami 10 Meter Segera Terjadi di Mentawai dan Nias

 

 

 

www.meja13.com 


meja13.com - Gempa dahsyat yang meluluhlantakkan Aceh dan Nias, Sumatera Utara (Sumut), segera terjadi. Diprediksi gempa berkekuatan 9 skala richter (SR) bakal kembali terjadi di Pantai Barat Sumatera, tepatnya di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) dan Kepulauan Nias, Sumut.
Untuk mengantisipasi bencana besar itu, BNPB telah melakukan persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk. Apalagi gempa besar itu dipastikan bakal diikuti dengan tsunami yang dahsyat pula. Ini terjadi dengan pergerakan lempengan bumi akibat gempa di sejumlah daerah, beberapa hari terakhir.
“Di Pantai Barat Sumatera masih ada energi yang berpotensi mengakibatkan gempa 9 SR. Ini merupakan hasil penelitian LIPI bersama Prancis dan Singapura. Gempa itu akan langsung diikuti dengan tsunami,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo, Selasa (28/7/2015).
Bila gempa itu terjadi, lanjutnya, maka dalam 5 menit langsung diikuti dengan tsunami setinggi 10 meter dan menjangkau daratan hingga 2 Km, di sungai tsunami akan merambah sejauh 5 Km. “Tsunami ini bakal terjadi sebelum BMKG memberikan peringatan,” tambahnya.
Untuk meminimalisir dampak terburuk, BNPB bersama pihak terkait terus melakukan persiapan. “Kita harus siapkan pemda dan warga setempat untuk menghadapi. Kita akan buat simulasi, kalau benar-benar terjadi gempa sebesar itu dan tsunami. Kita pakai skenario terburuk,” jelasnya.